Ramadhan‎ > ‎

Persiapan Puasa untuk Penderita Diabetes

posted Jul 27, 2011, 1:14 AM by ahmad fauzi   [ updated Jul 28, 2011, 8:55 PM ]
JAKARTA - Saat puasa gula darah orang akan turun. Tentunya bagi penderita diabetes, penurunan kadar gula darah punya konsekuensi yang serius. Boleh atau tidaknya penderita diabetes berpuasa sebaiknya mengikuti rekomendasi berikut ini.

Orang yang memiliki diabetes harus bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan baik. Untuk itu lakukan kontrol sebelum puasa untuk mengetahui apakah ia boleh melakukan puasa atau tidak.

"Lakukan cek sebelum puasa seperti gula darah, tensi, fungsi ginjal, kolesterol, indeks massa tubuh dan berat badan sehingga bisa dilakukan stratifilasi risiko," ujar Dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD dalam acara seminar PAPDI dengan tema Ibadah Berkualitas Selama Puasa Tanpa Gangguan Penyakit di gedung Prodia, Rabu (27/7/2011).

Dr Tri Juli menuturkan nantinya akan keluar rekomendasi yang diperlukan untuk pasien seperti modifikasi pengobatan, karenanya setiap orang akan berbeda-beda rekomendasinya.

Untuk mengetahui apakah seseorang dengan diabetes boleh melakukan puasa atau tidak, dilihat dari risiko yang dimilikinya dalam hal ini dibagi menjadi 4 tipe yaitu:

1. Risiko sangat tinggi
Seseorang dibilang memiliki risiko sangat tinggi jika ia memiliki diabetes saat hamil, diabetes tipe 1 yang sudah menggunakan insulin sejak awal diagnosis, sering mengalami gula darah drop yang berulang dan ketoasidosis (darahnya asam karena tingginya jumlah benda keton) berulang.

2. Risiko tinggi
Seseorang dibilang memiliki risiko tinggi jika ia sudah mengalami gangguan fungsi ginjal, tinggal sendiri dan menggunakan insulin atau sulfonilurea dan orang tua yang sakit-sakitan.

3. Risiko sedang
Seseorang dibilang memiliki risiko sedang jika kadar gula darahnya terkontrol dengan menggunakan obat sulfonilurea atau glinid.

4. Risiko ringan
Seseorang dibilang memiliki risiko ringan jika kadar gula darahnya terkontrol dengan diet saja atau menggunakan obat metformin atau TZD.

"Karena saat puasa kadar gula darah akan turun yang menyebabkan insulin berkurang dan hormon yang kerjanya berkebalikan dengan insulin justru meningkat seperti glukagon dan adrenalin yang berfungsi memecah glikogen sehingga memicu pembentukan keton dari hasil pemecahan non-karbohidrat," ungkapnya.

Selain itu penggunaan obat diabetes selama puasa juga bisa berubah, terutama obat yang harus dikonsumsi lebih dari 1 kali. Tetapi jika hanya kontrol diet saja atau menggunakan obat TZD umumnya pemakaian obat tidak berubah.

"Keputusan untuk puasa atau tidak pada pengidap diabetes bersifat individual dan dokter hanya memberikan saran, serta persiapan puasa juga sebaiknya dilakukan jauh waktu sebelum Ramadhan," ujar Dr Tri Juli.

Sumber: Detik
Comments