Ramadhan‎ > ‎

Sotong Pangkong, Hidangan Kenyal Nan Lezat

posted Aug 15, 2011, 12:24 AM by ahmad fauzi

PONTIANAK - Usai salat tarawih, kawasan Jalan Merdeka Barat, Pontianak, Kalimantan Barat, tampak ramai. Sejumlah warga setempat mengisi waktu santai dengan menikmati hidangan sotong pangkong yang dijajakan puluhan pedagang di lokasi itu.

Para pedagang sotong pangkong itu hanya muncul saat Ramadan. Tak heran jika banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk menyantap sotong pangkong sambil berkumpul dengan keluarga serta kerabat.

Bahruddin, 42 tahun, warga Jalan Kota Baru, Pontianak Selatan, misalnya. Dia kerap mendatangi warung makanan khas Pontianak itu bersama keluarganya. “Biasanya setelah berbuka puasa dan pulang salat tarawih saya bersama keluarga langsung pergi ke Jalan Merdeka ini untuk menikmati sotong pangkong ini,” ujarnya.

Menurut dia, kebiasaan itu telah dilakukan sejak 10 tahun lalu. “Rasanya kurang nikmat setelah berbuka puasa tidak menikmati sotong pangkong ini dengan rasa cabenya yang khas,” ujar Bahruddin.

Sotong pangkong merupakan makanan yang diolah dari sotong atau cumi-cumi kering. Sotong itu lalu dibakar di atas bara api dari arang kelapa atau kayu. Setelah itu, sotong dipangkong atau dipukul-pukul agar daging cumi yang keras setelah diasinkan menjadi kenyal dan mudah dinikmati. Agar terasa lebih nikmat, sotong pangkong disajikan dengan kuah kacang atau kuah asam pedas manis.

Makanan ini banyak muncul di bulan Ramadan. "Kalau di bulan lain sulit mendapatkan sotong pangkong, mungkin berkah di bulan Ramadan," tutur Bahruddin.

Saleh, 37 tahun, pedagang sotong pangkong, mengemukakan hal yang sama.
“Sotong Pangkong hanya bisa dinikmati pada saat bulan puasa saja,” ujarnya, Senin, 8 Agustus 2011.

Menurut Siti, 44 tahun, pedagang sotong pangkong, panganan ini digemari dan laku dijual pada bulan Ramadan. "Kalau di bulan-bulan lain kurang diminati dan pembelinya pun kurang dibandingkan pada saat bulan puasa,” ujarnya.

Banyaknya pembeli sotong pangkong di bulan puasa ini memberi berkah buat para pedagang. Siti, misalnya, bisa menjual satu hingga dua kilogram sotong kering per hari. Satu ekor sotong dijualnya seharga Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. “Lumayan, pendapatan kotor bisa mencapai Rp 200 ribu per malam, dengan keuntungan bersih Rp 760 ribu hingga Rp 90 ribu lebih,” ujar Siti.

Para pedagang mulai membuka lapaknya sekitar jam 5 sore hingga tengah malam. “Saya bersyukur pembeli selalu ramai. Semoga saja penikmat sotong pangkong ini (terus ramai) hingga akhir bulan Ramadan,” ujar Saleh yang menekuni usaha turun-temurun ini sejak 5 tahun lalu. [-tempointeraktif-]
Comments